web stats

Renungan - Face THE Book

2 Timotius 3 : 16 - 17

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk memperbaiki kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

GKI San Jose | Bajem Tracy | Arsip Kotbah GKI San Jose | Admin Login

Tentang FTB

Dalam dunia yang benar benar salah atau salah salah benar ini, kita sering dibingungkan dengan apakah sebenarnya yang 'benar'. Ternyata jawabannya ada di dalam Alkitab. Program GKI San Jose renungan 'Face THE Book' ini kita luncurkan supaya jemaat-jemaat Allah dapat membaca Alkitab dan mengerti maksud Allah. Supaya jemaat dapat memakai Alkitab sebagai pedoman yang dapat lebih baik membedakan apa yang benar dan apa yang salah.

Tata Cara
Bagaimana Bersaat Teduh Secara Peribadi dengan menggunakan Daftar Bacaan Alkitab Setiap Hari dan Renungan Face THE Book:

Sebelum bersaat teduh, siapkan diri Anda. Fokuskan diri Anda, sediakan waktu cukup, dan cari tempat khusus untuk bersekutu akrab dengan Allah. Ikutilah langkah-langkah berikut:

1. Berdoalah.
Gapailah Roh dengan segenap hati Anda dalam doa. Mohon pencerahan-Nya (Mzm. 119:18). Kata .gapailah. bukan semata menekankan aktifitas kita tetapi respons kita kepada inisiatif dan sentralitas karya Roh Allah dalam membimbing, mencerahkan, memberdayakan kita. Dalam doa kita menyadari bahwa Allah riil adanya dan mendengar doa, bisa menolong kita dalam saat teduh.

2. Bacalah Bagian Alkitab sesuai dengan Daftar Bacaan untuk Hari Ini.
Allah ingin Anda menapak maju dengan panduan Alkitab. Bacalah nas hati ini berulang kali sampai meresap (Mat. 5:6). Langkah ini menentukan apakah Anda akan sungguh masuk ke dalam kebenaran Allah dalam teks Alkitab itu atau tidak. Membaca berulangkali sebagai pendahuluan sebelum merenung secara mendalam merupakan prasyarat. Tujuan langkah ini adalah agar teks Alkitab itu Anda telusuri seluas secermat mungkin sampai Anda mulai merasakan irama, menangkap alur, melihat garis-garis terang di dalam teks tersebut.

3. Renungkanlah.
Sesudah Anda masuk ke dalam teks Alkitab itu, tibalah saatnya Anda merenungkan secara rinci dan dalam. Tanyakan beberapa hal berikut:

Apa saja yang kubaca? Peristiwa apa? Hal apa? Siapa? Adakah kaitan dengan nas-nas sebelumnya? Maksud pertanyaan ini adalah Anda perlu memperlakukan teks Alkitab secara riil dan mencari ciri, hal, unsur, semua hal yang ada di sekitar (konteks), di dalam, dan yang membentuk teks tersebut.

Apa pesan yang Allah sampaikan kepadaku melalui nas tadi: janji, peringatan, teladan, dst? apabila Anda cermat di langkah sebelum ini dan terus menerus bertanya-tanya kepada Roh Kudus, maka Ia akan memperlihatkan arti teks tersebut dan membantu Anda melihat kaitan arti itu dengan Anda kini.

Mengkategorikan pesan tersebut ke: janji, pelajaran, perintah, peringatan, teladan, bisa membantu Anda menemukan pesan Allah dalam teks Alkitab.

4. Responlah
Apa responsku? Adakah hal-hal spesifik dalam hidupku kini yang disoroti oleh pesan firman tersebut? Apa responsku terhadap firman itu agar menjadi bagian dari hidupku? Ini adalah puncak dari tujuan kita bersaat teduh. Kita tidak ingin berhenti hanya pada mengetahui tetapi rindu maju lebih jauh lagi sampai ke mengalami pembaharuan hidup yang berkelanjutan akibat firman kita pahami, terima, simpan, dan lakukan.

5. Bandingkanlah.
Bandingkanlah hasil renungan Anda dengan renungan Face THE Book. Ini bisa membuat Anda diperkaya, dipertajam, atau berdialog lebih lanjut dengan nas maupun dengan orang lain (Kis. 17:11). Renungan Face THE Book adalah alat bantu atau teman saat teduh Anda. Inti saat teduh adalah merenungkan teks Alkitab, bukan penjelasannya. Tetapi itu tidak berarti kita harus mengabaikan bahwa Roh Allah berbicara juga kepada para hamba-Nya termasuk para penulis renungan Face THE Book yang telah menggumuli teks itu secara serius. Maka jadikanlah renungan Face THE Book sahabat saat teduh Anda.

6. Berdoalah
Berdoalah agar Allah memberdayakan Anda melakukan dan membagikan pesan firman tersebut (Mat. 7:24).

Pdt. Mikha Yudhiswara
"Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang sampai selama-lamanya." (2 Petrus 3:18)

Renungan Nov-2017

<Oct-2017> --------- <Dec-2017>

Perj. Baru

Matius
Markus
Lukas
Yohanes
Kisah Para Rasul
Roma
1 Korintus
2 Korintus
Galatia
Efesus
Filipi
Kolose
1 Tesalonika
2 Tesalonika
1 Timotius
2 Timotius
Titus
Filemon
Ibrani
Yakobus
1 Petrus
2 Petrus
1 Yohanes
2 Yohanes
3 Yohanes
Yudas
Wahyu

TUHAN YANG MEMBELA UMAT-NYA

Nahum 2 : 1 - 2

*(Mengikuti Lembaga Pancar Pijar Alkitab – Scripture Union di Indonesia, bagian dari The Scripture Union Worldwide Family of National Movement, dengan pemilihan perikop yang seirama dengan kalender gereja dan target menyelesaikan Alkitab dalam waktu delapan tahun.)

Ayat di Alkitab

Tuhan kita adalah Tuhan yang mengidentifikasikan dirinya dengan umat-Nya. Menyerang umat Tuhan berarti menyerang Tuhan sendiri. Dan pasti Tuhan tidak akan tinggal diam.
Tuhan bertanya kepada Niniwe: "Apakah maksudmu menentang TUHAN?"(9) Niniwe dianggap merancang kejahatan terhadap TUHAN (11). Tuhan menganggap kejahatan yang dilakukan kepada Yehuda adalah kejahatan yang dilakukan langsung terhadap Tuhan. Tuhan akan membalaskan kejahatan tersebut dengan menghabisi Niniwe sampai tuntas (9-10).
Kekuatan Asyur pada waktu itu sangat luar biasa, yang digambarkan dengan "mereka utuh dan begitu banyak jumlahnya". Tetapi Tuhan dengan mudah membabat dan membinasakan mereka (12). Tujuannya menghancurkan Niniwe supaya Ia meninggikan kembali umat-Nya yang telah direndahkan-Nya (12). Murka Tuhan memang mengerikan, tetapi murka Tuhan terhadap umat-Nya diikuti dengan belas kasihan-Nya. Meski dalam murka-Nya Tuhan menghukum Yehuda dengan membiarkan mereka ditindas oleh Asyur, tetapi sekarang Tuhan akan memulihkan mereka dan memutuskan belenggu yang mengikat umat-Nya (13). Tuhan akan memulihkan kebanggaan Yakub yang telah dirusak oleh Asyur (2:2).
Tuhan akan menghancurkan Asyur yang kuat dan sombong dengan membuat mereka tidak memiliki keturunan yang menyandang nama mereka, menghancurkan semua berhala sembahan mereka, dan menghancurkan hidup mereka (14). Kehancuran Asyur merupakan kabar damai sejahtera bagi umat-Nya (15).
Tuhan yang kudus dan adil tidak membiarkan manusia berdosa lolos dari hukuman, termasuk ketika umat-Nya berdosa. Tuhan dapat memakai orang fasik menjadi alat penghakiman-Nya terhadap umat-Nya. Ketika murka-Nya terhadap umat-Nya telah padam, Tuhan kembali membela dan memulihkan umat-Nya. Berbahagialah kita yang memiliki Tuhan yang murka-Nya terhadap umat-Nya hanya sesaat, tetapi kasih setia-Nya adalah untuk selama-lamanya.